Tampilkan postingan dengan label ISLAMI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ISLAMI. Tampilkan semua postingan

QODARAN. Kisah Nenek Penjual Pisang Yang Bikin Kita Tak Kuasa Menahan Air Mata



Sebuah kontemplasi kehidupan rakyat kecil yang gak mengenal gaji ke-13, THR..dsb..
Saya tak hendak menyoal gaji 13 ataupun 14, karena perkara gaji hanya dimiliki yang punya lisensi gaji.

Orang orang yang bekerja pada instansi ataupun orang lain.
Sementara yang ‘merasa’ tidak memiliki gaji 13 dan 14, adalah mereka yang bekerja untuk diri mereka sendiri.

Gaji mereka tak ada batasannya 13, 14, 15….tanpa selesai.
Bonus atas segala usaha mandiri yang kemudian diapresiasi oleh hasil……
Kepuasan tanpa tanding.

Jadi sesungguhnya nilai gaji yang terakhir inilah yang tak berbilang nominalnya.
Nilai sehat dan semangat
Nilai kreasi dan inovasi yang tiada henti
Nilai syukur yang terus subur
Nilai berserah tanpa lelah
Nilai usaha yang terus membara.

----------------
QODARAN
----------------
‘Wah…pisangnya bagus-bagus Mbah…’
Kataku sembari berjongkok di depan perempuan sepuh yang berjualan di pinggir jalan depan pasar..’
‘Lha monggo dipundut....… "
kata perempuan itu riang.

Sungguh sudah sangat sepuh, rautnya penuh kerut. Kulitnya hitam. Kurus badannya.
Tapi suaranya cemengkling riang, giginya terlihat masih utuh....

‘Ini kepok kuning… bagus dikolak.
Ini kepok putih… kalau digoreng sangat manis’
Lha kalau itu… pisang pista, kulit tipis… harum manis.
Tapi jangan dibeli karena belum mateng…...’

Aku hanya diam memperhatikan gerak tangannya yang cekatan, meskipun  telah ndredheg  (gemetar.)
‘Sudah lama jualan, Mbah…?’

'Belum, ini ngejar rejeki buat lebaran ?’
‘Putranya berapa Mbah?’
‘ Kathah , banyak ..… pada glidik/kerja…’
‘Kok nggak  rehat aja to Mbah… siyam-siyam kok jualan’
‘Lha nggih, ini karena siyam niku to , nggak boleh rehat…
Mumpung Gusti Allah paring sehat…’
Aku tercenung dengan jawaban perempuan sepuh itu....
Kulihat tangannya mengelap  kening dan dahinya
yang dlèwèran keringat dengan selendang lusuhnya....
Diantara para penjual ‘liar’ dipinggir jalan depan pasar itu,
Perempuan sepuh ini satu diantaranya yang menggelar dagangan tanpa iyup iyup (peneduh).
Padahal hari itu panas luar biasa. . . . .
‘Kalau pulang jam berapa Mbah?’
‘Jam tiga sudah pulang ..…, lha ada kewajiban nyiapkan wedang buat anak-anak TPA’
‘Kok kewajiban, yang mewajibkan siapa Mbah ?’
‘ Nggih kula, ya saya sendiri …’
‘Ooo…begitu…. Setiap hari, selama puasa?’
“ Inggih… wong cuma  anak limapuluhan..’
‘Wah panjenengan  hebat nggih Mbah…’
‘Halah cuma wedang sama penganan kecil-kecil..’
‘Yang penting bocah-bocah rajin ngaji…, mbah sudah seneng.
Jangan bodoh kaya Mbahe yang cuma bisa Fathikah…’ . . . . .
Aku makin tercekat.
Kumasukkan semua pisang yang ditawarkan ke dalam tas kresek.
‘Kok banyak banget ...... mau buat apa?’
Tanya si mbah heran.
Aku hanya tersenyum.
‘Semua berapa Mbah?’
Perempuan sepuh itu menyebutkan nominal yang membuatku tercengang....
‘Kok murah banget Mbah…’
‘ Mboten… itu sudah pas, ini bukan pisang kulakan, panen kebun sendiri...’
‘Nggih…matur nuwun…’ kataku sembari mengulurkan uang....
‘Aduh… nggak ada kembalian , belum kepayon (laku)…’
‘Saya tukar dulu Mbah…’
Aku sengaja meninggalkan perempuan sepuh itu.
Pisang telah kuletakkan di motor.
Mesin motor pun kunyalakan....
Agak menjauh dari perempuan sepuh itu..
Kumasukkan beberapa lembar uang lima ribuan yang masih baru, ke dalam amplop,
Cukup dibagi satu satu untuk anak TPA
yang katanya cah limapuluhan tadi.
Penutup lem ampop kubuka lalu kurapatkan.
‘ Niki mbah, sudah saya tukar, sudah pas nggih…’
Perempuan sepuh itu menerima amplop masih dengan tangan dredheg gemetar.
Tanpa menunggu jawaban, aku segera pergi. . . .
Esoknya aku mampir lagi…tapi kosong
Berikutnya aku mampir lagi…kosong juga.
Penasaran kutanyakan pada ibu pedangang sebelahnya.
‘Mbahe kok nggak jualan Mbak?,
‘Oh nggak, beliau … jualan kalau panen pisang aja, .…’
' Sampeyan to yang kemarin ngasih amplop ..…
Walah Mbahe nangis ngguguk€ ..… _jare bejo, dapet qodaran.' . . . . .

Qodaran... barangkali yang dimaksudkan adalah lailatul qodar.
Malam yang konon lebih baik dari 1000 bulan.
Para malaikat turun dari langit,
Langit hati kita. Menyelesaikan segala urusan.
Allah melapangkan rejeki dan kemuliannya bagi yang dikehendaki,
Pun mempersempit bagi yang dikehendaki pula....
Rejeki sesuai kapasitas kita.
Lantas siapakah yang mendapatkannya ??
………………..
Barangkali perempuan sepuh inilah yang mendapatkannya.
Bukan karena ia ahli ibadah....
Bukan pula karena I’tikafnya yang  kuat di masjid.
Tapi dialah pelaksana dari yang katanya ‘hanya’ bisa fathikah itu.
Kesungguhan I’tikaf yang luar biasa.
Bertindak, berlaku, dan berpasrah dalam keriangan rasa.
I’tikaf di masjid yang digelar dalam keluasan yang maha.
Bukan masjid yang sekedar bangunan ibadah.
Kecintaannya yang sederhana dengan penyiapan wedang dan penganan bagi limpuluhan bocah selama puasa, sungguh bukan perkara mudah.
Hanya cinta tuluslah yang bisa.
……………..
Aku jadi teringat  pertanyaan teman,
tentang pencapaian Lailatul Qodar.
Benarkah memang ia turun di 10 hari terakhir malam ganjil?
Maka …malam terbaik dari 1000 bulan bukanlah instan...
Tak bisa dijujug dengan akhiran,
semua butuh proses…. karena karunia terindah butuh wadah.
Yang dibangun dengan menapis kebaikan sebelum, selama dan sesudah Ramadhan.
Itulah sesungguhnya QODARAN
Rezeki tak terduga .....

7 Perbuatan Ini Akan Memberatkan Kita Di Akhirat. Nomer 3 Sering Tidak Kita Sadari


Jangan cari musuh pada hari kiamat, karena sangat berat konsekuensinya. Ketika Anda memiliki masalah dengan siapapun di dunia, maka segera selesaikan sekarang juga dan jangan ditunda. Minta maaf jika pernah berbuat salah kepada siapapun, jika ada hak orang lain yang kita pakai, maka segera bayarkan. Jika tidak bisa membayarnya, minta waktu atau tempo untuk melunasinya. Ingat, kematian bisa datang tanpa diduga, apakah Anda siap jika urusan yang belum terselesaikan di dunia tersebut kelak menjadi musuh yang membahayakan untuk kita di akhirat? Dengan menyelesaikan semua urusan dunia, maka ketika kematian datang menjemput, Anda akan merasa aman tanpa ada beban. Nah, agar kita semakin ringan untuk membereskan semua urusan kita di dunia, sebaiknya kenali 7 hal sepele yang berpotensi menjadi musuh yang membahayakan kita di akhirat, berikut ini

1.    Kita berhutang kepada orang yang belum dibayar

Hutang yang belum terbayarkan di dunia dapat menjadi musuh yang membahayakan Anda di akhirat kelak, karena kelak akan ditagih di akhirat. tapi sayangnya kita harus membayarnya dengan amalan kita. Bagaimana mungkin, sementara saat di akhirat, kita sangat membutuhkan amalan kita. Alasan itulah yang membuat kita wajib membayarkan utang kita di dunia, sekecil apapun itu. Ini Alasan Kenapa Kita Dilarang Tidur Setelah Shalat Subuh

2.    Merusak barang orang lain, baik sengaja maupun tidak

Pernahkah Anda secara sengaja maupun tidak, melakukan perbuatan yang mengakibatkan kerusakan pada harta atau benda milik orang lain? Jika ya, segera minta maaf dan gantilah kerusakan tersebut hingga pemiliknya merasa ridho. Karena jika tidak, perbuatan inilah yang kelak akan menjadi musuh yang siap mengantarkan Anda ke neraka.

3.    Melukai perasaan orang lain

Hampir semua dari kita pasti pernah melakukan beberapa tindakan yang entah sengaja atau tidak dapat sebabkan orang lain terluka hati maupun perasaannya. Maka dari itu, jangan pernah segan untuk minta maaf dan jangan pula menundanya hingga hari raya karena kematian datangnya tak pernah kita duga. Karena perbuatan yang melukai hati orang lain juga bisa menjadi sebab terciptanya musuh di hari kiamat kelak.

4. Tidak bertanggung jawab terhadap harta orang yang diamanahkan ke kita

Pernahkah Anda menyewa mobil/benda lain atau mengontrak rumah? Tahukah Anda jika Anda memiliki tanggung jawab yang besar untuk menjaga apa yang diamanahkan pada Anda. Jadi jangan mentang-mentang Anda membayar sewa, lantas Anda merusakkannya. Barang yang Anda terima baik, haruslah dikembalikan dalam kondisi baik. Karena jika kondisinya rusak, maka bisa menyebabkan orang lain (pemilik) merasa tidak ridho dan siap menagih pada Anda di hari kiamat kelak.

5.    Mencuri barang milik orang lain

Mencuri barang orang lain juga bisa jadi musuh yang berbahaya buat Anda di akhirat, karena itu kembalikan hak orang lain yang Anda curi dan mintalah maaf atas perbuatan Anda.

6.    Mencela dan meremehkan orang lain

Mencela dan meremehkan orang lain seringkali dilakukan baik sengaja maupun tidak, karena sifat alami manusia adalah selalu merasa lebih hebat dari orang lain. Padahal perbuatan tersebut sangat dilarang, karena dapat menghilangkan pahala yang Anda miliki guna menebus dosa-dosa yang Anda lakukan pada orang yang Anda remehkan atau cela.

7.    Ghibah dan fitnah

Ghibah dan fitnah juga termasuk perbuatan yang merugikan, karena dapat membuat nama orang lain jadi rusak. Apabila orang tersebut tidak ridho, maka dia bsia menuntuk pada kita kelak di akhirat. Oleh karena itu, jika pernah melakukan dosa tersebut, bertaubatlah dan segera minta maaf serta bersihkan nama orang tersebut hingga mereka ridho.

Hadits yang menyebutkan orang-orang yang bangkrut di akhirat kelak, yakni :
 “Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?” Mereka menjawab: “Orang yang bangkrut di kalangan kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak pula memiliki harta/barang.” Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat. Namun ia juga datang dengan membawa dosa kedzaliman. Ia pernah mencerca si ini, menuduh tanpa bukti terhadap si itu, memakan harta si anu, menumpahkan darah orang ini dan memukul orang itu. Maka sebagai tebusan atas kedzalimannya tersebut, diberikanlah di antara kebaikannya kepada si ini, si anu dan si itu. Hingga apabila kebaikannya telah habis dibagi-bagikan kepada orang-orang yang didzaliminya sementara belum semua kedzalimannya tertebus, diambillah kejelekan/ kesalahan yang dimiliki oleh orang yang didzaliminya lalu ditimpakan kepadanya, kemudian ia dicampakkan ke dalam neraka.” (HR Muslim no. 6522)
Di dalam riwayat yang lain, Rasulullah SAWbersabda:
 “Siapa yang pernah berbuat kedzaliman terhadap saudaranya baik menyangkut kehormatan saudaranya atau perkara-perkara lainnya, maka hendaklah ia meminta kehalalan dari saudaranya tersebut pada hari ini (di dunia) sebelum (datang suatu hari di mana di sana) tidak ada lagi dinar dan tidak pula dirham (untuk menebus kesalahan yang dilakukan, yakni pada hari kiamat). Bila ia memiliki amal shalih diambillah amal tersebut darinya sesuai kadar kedzalimannya (untuk diberikan kepada orang yang didzaliminya sebagai tebusan/pengganti kedzaliman yang pernah dilakukannya). Namun bila ia tidak memiliki kebaikan maka diambillah kejelekan orang yang pernah didzaliminya lalu dipikulkan kepadanya.” (HR Al-Bukhari no. 2449)
Mengerikan sekali bukan? Hanya karena perbuatan-perbuatan yang seringkali dianggap sepele diatas, lantas kita menjadi orang yang merugi di akhirat kelak. Selalu ingat pesan Rasulullah jika balasan akan datang sesuai dengan kadar perbuatan seseorang bahkan sebagaimana engkau berperilaku, maka begitulah kita akan diperlakukan. Alasan itulah yang membuat kita harus berhati-hati dan jangan sampai perbuatan kita justru menciptakan musuh pada hari kiamat. Semoga Allah hindarkan kita dari perbuatan-perbuatan yang membuat kita merugi di akhirat.
TUJUH KESALAHAN YANG SERING DILAKUKAN SAAT MENYAMBUT LEBARAN

TUJUH KESALAHAN YANG SERING DILAKUKAN SAAT MENYAMBUT LEBARAN

Hasil gambar untuk idul fitri
Lebaran sudah tinggal menghitung hari. Semangat beribadah tentulah harus semakin kuat untuk segera menuntaskan kewajiban di bulan ramadhan. Sayangnya, sebagian orang justru sibuk dan fokus pada aktivitas untuk menyambut lebaran, misalnya : beli baju baru, membuat kue lebaran, beli oleh-oleh untuk mudik, dan lain sebagainya. Lebaran memang momen istimewa yang harus disambut sebaik mungkin, namun bukan berarti Anda harus melewatkan moment 10 hari terakhir ramadhan (lailatul qadar) yang istimewa, bukan?

Ketika lebaran tiba, semua muslim di seluruh dunia menyambutnya dengan penuh suka cita. Namun jika diteliti lagi, ternyata banyak kesalahan yang dilaksanakan oleh orang-orang disekeliling kita ketika merayakan moment lebaran. Penasaran, apa sajakah kesalahan yang sering dilakukan saat lebaran? Simak informasinya berikut :

1.    Belanja Berlebihan

Belanja menjelang lebaran sudah menjadi tradisi yang mengakar di masyarakat. Bisa dilihat di sekitar kita, betapa ramainya pusat perbelanjaan menjelang lebaran tiba. Berbelanja tidak dilarang, namun jika berlebihan tentulah tidak baik. Ingat, berapapun rupiah yang kita keluarkan akan dimintai pertanggung jawaban di hadapan Allah, karena itu hindari berlebihan ketika belanja.

2.  Begadang saat malam ‘Iedul Fitri.

Bahagia menyambut hari raya iedul fitri adalah hal yang wajar, namun bukan berarti Anda harus begadang semalaman demi kegiatan yang tidak bermanfaat, misalnya : konvoi di jalanan, membunyikan petasan/kembang api, dan lain sebagainya. Begadang tidak hanya merugikan kesehatan, tapi juga membuat Anda sulit bangun pada waktu subuh dan sholat ‘Ied.

3.    Pamer harta/kecantikan

Lebaran harusnya dimanfaatkan untuk membersihkan hati dan saling menyambung tali silaturrahmi. Sayangnya sebagian orang justru berperilaku “jor- joran”
dalam berpenampilan, sehingga kesan pamer harta/kecantikan tidak bisa dihindarkan lagi. Yuk sambut lebaran dengan hati yang bersih dan buang segala sifat buruk keduniaan. 

4.    Membunyikan petasan untuk menyambut lebaran

Suka cita menyambut lebaran harusnya dilampiaskan dengan kegiatan positif, sayangnya ada sebagian yang melampiaskan dengan sesuatu yang menimbulkan mudharat, misalnya : membunyikan petasan raksasa. Menyalakan petasan termasuk perbuatan menghambur-hamburkan harta, padahal harta yang kita belanjakan akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah SWT. Selain itu, menyalakan petasan juga mengganggu orang lain. Sudah banyak kecelakaan akibat petasan, karena itu lebih baik menghindarinya.

5.    Berjabat tangan dengan orang yang bukan mahrom

Silaturrahmi seringkali diiringi dengan kebiasaan berjabat tangan. Padahal jabat tangan terhadap orang yang bukan muhrimnya sangat diharamkan dalam islam. Sebagaimana dalam hadits Rasululloh shollallohu’alaihi wa sallam, “Sungguh, seandainya kepala kalian ditusuk dengan jarum dari besi, lebih baik daripada dia menyentuh wanita yang tidak halal dia sentuh.” (lihat Silsilah Al Ahadits As Shohihah 226) (Ahkamul Iedain, Syaikh Ali bin Hasan).

6.    Mengkhususkan ziarah kubur pada hari raya ‘Ied

Ziarah kubur tidaklah dilarang, bahkan bisa dilakukan kapan saja, karena mengingat kematian termasuk perbuatan yang dapat melembutkan hati.  Tapi mengkhususkan hari raya Ied untuk berziarah tentu saja tidak benar, karena memang tidak ada tuntunannya dalam AL Quran maupun hadits.

7. Ritual khusus dalam menyambut ramadhan

Segala sesuatu jika tidak ada dasarnya di dalam Al Quran maupun hadits tentulah tidak perlu kita amalkan. Sayangnya ada sebagian orang yang menyambut lebaran dengan berbagai ritual khusus yang jauh dari syariát.  Bagaimana mungkin ramadhan menjadi berkah jika disambut dengan ritual yang mendatangkan murka Allah SWT?
Semoga kita bisa menyambut lebaran dengan hati yang suci dan terhindar dari kesalahan-kesalahan yang tidak hanya merugikan diri sendiri tapi juga mengundang murka Allah SWT. Amiin.. YRA.

Subhanalloh, Meski Di Hutan Prajurit TNI ini Tetap Sholat Berjamaah



Image positif telah menempel pada militer kita karna jiwa patriotik yang mereka miliki teramat besar. baru - baru ini, prajurit tentara nasional indonesia (Tentara Nasional Indonesia (TNI)) berulang memanen pujian dari para netizen. netizens berdecak kagum mengalami personel brigif - 1 korps marinir menunaikan shalat jum’at di hutan wilayah tepi laut ngudel, malang, jumat (19/5).

dokumentasi shalat jum’at berjama’ah oleh personel brigif - 1 korps marinir ini diterbitkan di account facebook kepunyaan kuwadi kokoh, sabtu (20/5).

“sejumlah prajurit brigif - 1 korps marinir melakukan sholat berjamaah di hutan wilayah tepi laut ngudel, malang, ” demikian tulis kuwadi kokoh.

kronologinya, dikala itu para prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) tersebut lagi menjajaki latihan menembak di malang selatan. mereka berlatih di 3 posisi yang tidak sama. aspek laut berlatih di tepi laut tamban. sebaliknya aspek darat 1 latihan di hutan wilayah tepi laut ngudel. sedangkan itu, aspek darat 2 menempuh tahap latihan di purboyo.

nah, kala waktu shalat jum’at datang, mereka sejenak menghentikan latihan dan memilah melangsungkan kewajibannya di posisi hutan. ini karna masjid terdekat lokasinya cukup jauh dari hutan. terlebih lagi komandan pasmar - 1 brigjen Tentara Nasional Indonesia (TNI) (mar) lukman turut dan pula melangsungkan shalat jum’at di posisi tersebut.

kendati dengan kondisi seadanya, para prajurit ini senantiasa manjalankan shalat dengan khusyu’.

fotonya kereen. walaupun di wilayah latihan tdk kurang ingat kewajiban yg utama 5 waktu berjamaah lg, ” demikian tulis anjas wicaksono.

“mantap. latihan tetapi senantiasa ingat sama komandan paling tinggi, ” tulis netizen bernama chairul basyar.

“selalu antusias. nice soldier. you not a big one but you are deadly, ” tulis joko prasetyo wahyono berpendapat.

mudah - mudahan keistiqomahan para prajurit bangsa yang tugasnya sangat berat ini jadi motivasi untuk kita buat tetap istiqomah melangsungkan kewajiban dari allah subhanahu wa ta’ala.






( sumber: kabarmakkah. com )

Mengerikan ! Jangan Pernah Memajang Foto Pernikahan di Kamar, Kalau Tak Mau ini Terjadi

Moment pernikahan memang janganlah sampai menjadi kenangan yang dilupakan begitu saja. Karena itu banyak pasangan yang bahkan menggantung foto pernikahanya di ruang tamu bahkan kamar.


Tahukah anda bahwa hal itu sangat tidak dianjurkan! Karena ketahui akibat buruknya dalam berbagai hadist berikut ini.

Mengutip rumaysho.com, dalam berbagai hadits dilarang bagi kita untuk memajang gambar makhluk bernyawa. Gambar yang terlarang dibawa ini adalah gambar manusia atau hewan, bukan gambar batu, pohon dan gambar lainnya yang tidak memiliki ruh.

Jika gambar tersebut memiliki kepala, maka diperintahkan untuk dihapus. Karena kepala itu adalah intinya sehingga gambar itu bisa dikatakan memiliki ruh atau nyawa. Agar lebih jelas perhatikan terlebih dahulu hadits-hadits yang menerangkan hal tersebut.

Dalam hadits muttafaqun ‘alaih disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْمَلاَئِكَةَ لاَ تَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ صُورَةٌ

”Para malaikat tidak akan masuk ke rumah yang terdapat gambar di dalamnya (yaitu gambar makhluk hidup bernyawa)” (HR. Bukhari 3224 dan Muslim no. 2106)
Larangan-Larangan Lain adalah
Hadits Jabir radhiyallahu ‘anhu dia berkata,

نَهَى رسول الله صلى الله عليه وسلم عَنِ الصُّوَرِ فِي الْبَيْتِ وَنَهَى أَنْ يَصْنَعَ ذَلِكَ

“Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melarang adanya gambar di dalam rumah dan beliau melarang untuk membuat gambar.” (HR. Tirmizi no. 1749 dan beliau berkata bahwa hadits ini hasan shahih)

Hadits Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya,

أَنْ لاَ تَدَعْ تِمْثَالاً إِلاَّ طَمَسْتَهُ وَلاَ قَبْرًا مُشْرَفًا إِلاَّ سَوَّيْتَهُ

“Jangan kamu membiarkan ada gambar kecuali kamu hapus dan tidak pula kubur yang ditinggikan kecuali engkau meratakannya.” (HR. Muslim no. 969)

Dalam riwayat An-Nasai,

وَلَا صُورَةً فِي بَيْتٍ إِلَّا طَمَسْتَهَا

“Dan tidak pula gambar di dalam rumah kecuali kamu hapus.” (HR. An Nasai no. 2031. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma dia berkata,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا رَأَى الصُّوَرَ فِي الْبَيْتِ يَعْنِي الْكَعْبَةَ لَمْ يَدْخُلْ وَأَمَرَ بِهَا فَمُحِيَتْ وَرَأَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ عَلَيْهِمَا السَّلَام بِأَيْدِيهِمَا الْأَزْلَامُ فَقَالَ قَاتَلَهُمْ اللَّهُ وَاللَّهِ مَا اسْتَقْسَمَا بِالْأَزْلَامِ قَطُّ

“Bahwa tatkala Nabi melihat gambar di (dinding) Ka’bah, beliau tidak masuk ke dalamnya dan beliau memerintahkan agar semua gambar itu dihapus. Beliau melihat gambar Nabi Ibrahim dan Ismail ‘alaihimas ssalam tengah memegang anak panah (untuk mengundi nasib), maka beliau bersabda, “Semoga Allah membinasakan mereka, demi Allah keduanya tidak pernah mengundi nasib dengan anak panah sekalipun. “ (HR. Ahmad  1/365. Kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari dan periwayatnya tsiqoh, termasuk perowi Bukhari Muslim selain ‘Ikrimah yang hanya menjadi periwayat Bukhari)


‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk ke rumahku sementara saya baru saja menutup rumahku dengan tirai yang padanya terdapat gambar-gambar. Tatkala beliau melihatnya, maka wajah beliau berubah (marah) lalu menarik menarik tirai tersebut sampai putus.

Lalu beliau bersabda,

إِنَّ مِنْ أَشَدِّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ الَّذِينَ يُشَبِّهُونَ بِخَلْقِ اللَّهِ

“Sesungguhnya manusia yang paling berat siksaannya pada hari kiamat adalah mereka yang menyerupakan makhluk Allah.” (HR. Bukhari no. 5954 dan Muslim no. 2107 dan ini adalah lafazh Muslim).

Dalam riwayat Muslim,

أَنَّهَا نَصَبَتْ سِتْرًا فِيهِ تَصَاوِيرُ فَدَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَنَزَعَهُ ، قَالَتْ : فَقَطَعْتُهُ وِسَادَتَيْنِ

“Dia (Aisyah) memasang tirai yang padanya terdapat gambar-gambar, maka Rasulullah masuk lalu mencabutnya. Dia berkata, “Maka saya memotong tirai tersebut lalu saya membuat dua bantal darinya.”

Dari Ali radhiyallahu anhu, dia berkata,

صَنَعْتُ طَعَامًا فَدَعَوْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَجَاءَ فَدَخَلَ فَرَأَى سِتْرًا فِيهِ تَصَاوِيرُ فَخَرَجَ . وَقَالَ : إِنَّ الْمَلائِكَةَ لا تَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ تَصَاوِيرُ

“Saya membuat makanan lalu mengundang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk datang. Ketika beliau datang dan masuk ke dalam rumah, beliau melihat ada tirai yang bergambar, maka beliau segera keluar seraya bersabda, “Sesungguhnya para malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya ada gambar-gambar.” (HR. An-Nasai no. 5351. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata,

اسْتَأْذَنَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلام عَلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ : « ادْخُلْ » . فَقَالَ : « كَيْفَ أَدْخُلُ وَفِي بَيْتِكَ سِتْرٌ فِيهِ تَصَاوِيرُ فَإِمَّا أَنْ تُقْطَعَ رُؤوسُهَا أَوْ تُجْعَلَ بِسَاطًا يُوطَأُ فَإِنَّا مَعْشَرَ الْمَلائِكَةِ لا نَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ تَصَاوِيرُ

“Jibril ‘alaihis salam meminta izin kepada Nabi maka Nabi bersabda, “Masuklah.” Lalu Jibril menjawab, “Bagaimana saya mau masuk sementara di dalam rumahmu ada tirai yang bergambar. Sebaiknya kamu menghilangkan bagian kepala-kepalanya atau kamu menjadikannya sebagai alas yang dipakai berbaring, karena kami para malaikat tidak masuk rumah yang di dalamnya terdapat gambar-gambar.” (HR. An-Nasai no. 5365. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Pelajaran:
Hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu di atas, menunjukkan bahwa yang dimaksud gambar yang terlarang dipajang adalah gambar makhluk bernyawa (yang memiliki ruh) yaitu manusia dan hewan, tidak termasuk tumbuhan.

Sisi pendalilannya bahwa Jibril menganjurkan agar bagian kepala dari gambar tersebut dihilangkan, barulah beliau akan masuk ke dalam rumah. Ini menunjukkan larangan hanya berlaku pada gambar yang bernyawa karena gambar orang tanpa kepala tidaklah bisa dikatakan bernyawa lagi.

Dalam hadits lain, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
اَلصُّوْرَةٌ الرَّأْسُ ، فَإِذَا قُطِعَ فَلاَ صُوْرَةٌ

“Gambar itu adalah kepala, jika kepalanya dihilangkan maka tidak lagi disebut gambar.” (HR. Al-Baihaqi 7/270. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shahih dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 1921)

Menghapus Gambar Makhluk Bernyawa

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin rahimahullah ditanya, “Bisakah engkau jelaskan mengenai jenis gambar yang mesti dihapus?”

Syaikh rahimahullah menjawab, “Gambar yang mesti dihapus adalah setiap gambar manusia atau hewan. Yang wajib dihapus adalah wajahnya saja.

Jadi cukup menghapus wajahnya walaupun badannya masih tersisa. Sedangkan gambar pohon, batu, gunung, matahari, bulan dan bintang, maka ini gambar yang tidak mengapa dan tidak wajib dihapus. Adapun untuk gambar mata saja atau wajah saja (tanpa ada panca indera, pen), maka ini tidaklah mengapa, karena seperti itu bukanlah gambar dan hanya bagian dari gambar, bukan gambar secara hakiki.” (Liqo’ Al Bab Al Maftuh, kaset no. 35)

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan dalam kesempatan yang lain bahwa gambar makhluk bernyawa boleh dibawa jika darurat. Syaikh Ibnu ‘Utsaimin ditanya, “Dalam majelis sebelumnya, engkau katakan bahwa boleh membawa gambar dengan alasan darurat. Mohon dijelaskan apa yang jadi kaedah dikatakan darurat?”

Syaikh rahimahullah menjawab, “Darurat yang dimaksud adalah semisal gambar yang ada pada mata uang atau memang gambar tersebut adalah gambar ikutan yang tidak bisa tidak harus turut serta dibawa atau keringanan dalam qiyadah (pimpinan). Ini adalah di antara kondisi darurat yang dibolehkan.

Orang pun tidak punya keinginan khusus dengan gambar-gambar tersebut dan di hatinya pun tidak maksud mengagungkan gambar itu. Bahkan gambar raja yang ada di mata uang, tidak seorang pun yang punya maksud mengagungkan gambar itu.” (Liqo’ Al Bab Al Maftuh, kaset no. 33)

Penjelasan hukum dalam tulisan di atas semata-mata berdasarkan dalil dari sabda Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, bukan atas dasar logika semata. Semoga Allah menganugerahkan sifat takwa sehingga bisa menjauhi setiap larangan dan mudah dalam melakukan kebaikan. Wallahu waliyyut taufiq.

Astagfirulloh, Inilah Hal "Sepele" yang di Laknat ALLOH dan Banyak Muslimah yang tidak menyadarinya


Nampaknya banyak diantara para wanita yang belum mengerti tentang hal-hal apa saja yangg dilarang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ini. Mungkin ada yang sudah mengetahuinya, namun masih ada yang menganggapnya sepele dan akhirnya larangan Allah ini pun diterjang oleh mereka.

Terkadang mereka yang sudah berjilbab secara syar’i pun masih melakukannya. Padahal, perbuatan ini bukan hanya diharamkan oleh Allah, namun juga diancam dengan ancaman yang mengerikan. Sebuah laknat yang kadarnya disamakan dengan zina.

Larangan itu ialah : memakai parfum ketika keluar rumah. Apalagi jika tujuannya agar aroma parfum tersebut tercium oleh lelaki yang bukan suaminya.

Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ

“Wanita mana saja yang memakai parfum kemudian lewat pada suatu kaum supaya mereka mencium bau parfum itu maka perempuan itu telah berzina” (HR. An Nasa’i)

أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ بِقَوْمٍ لِيَجِدُوا رِيحَهَا فَهِىَ زَانِيَةٌ

“Wanita mana saja yang memakai parfum lalu melewati suatu kaum supaya mereka mencium bau parfum itu maka perempuan itu telah berzina” (HR. Ahmad)

Terkadang, ketika diingatkan agar tidak menggunakan parfum saat keluar rumah, umumnya wanita akan berdalih dengan beberapa alasan seperti berikut.
“Daripada bau tidak sedap”,

“Agar tidak mengganggu orang lain dengan bau keringat”, dan alasan lain yang tetap saja bila dilakukan akan mengundang laknat Allah dan rasul-Nya.

Lalu bagaimana solusinya agar alasan-alasan itu terselesaikan tanpa melanggar larangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?

Ustadz Agung Cahyadi, Lc, MA –pakar fikih dari Surabaya- merekomendasikan, wanita yang ingin menjaga badan agar tidak bau, saat ini bisa menggunakan media-media selain parfum yang menimbulkan bau wangi.

Ada yang berupa penghilang bau badan, ada yang berupa penghilang bau mulut. Namun tetap tidak boleh yang berupa parfum atau wangi-wangian ketika keluar rumah.

Semoga jadi pelajaran buat para wanita muslimah

Wallahu a’lam bish shawab.

Subhanalloh.. Kenikmatan Ini Hanya Akan Bisa Kamu Temukan Saat Menjalankan Sholat Tarawih


Sholat tarawih hanya ada di bulan Ramadhan saja, berjumlah 8 atau 20 rakaat dan dibagi menjadis etiap dua rakaat, dijalankan secara berjamaah di masjid, dan setelah sholat isya’.
Sholat tarawih masuk kategori sholat malam, namun dilakukan sebelum tidur dan setelah sholat isya’ langsung.
Pada awal bulan Ramadhan, biasanya masjid-masjid akan ramai oleh para jamaah untuk menjalankan sholat ini. Namun sayangnya, setelah Ramadhan berjalan semakin mendekatai akhir justru banyak jamaah yang mulai enggan menjalankannya.
Padahal, jika kita melaksanakan sholat tarawih secara rutin hingga Ramadhan berakhir, maka kenikmatan-kenikmatan seperti akan bisa kita dapatkan.

1Mempersiapkan Suasana Hati Tenang Sebelum Tidur

relakssminda.blogspot.com
Setelah menjalankan sholat tarawih, ada jamaah yang masih berdiam di masjid untuk mengikuti tadarus Qur’an, namun ada juga yang memilih pulang ke rumah dan tilawah Qur’an di rumahnya sendiri.
Bagaimana perasaanmu setelah pulang menjalankan sholat tarawih di masjid? Pastinya hati akan menjadi lebih tenang dan nyaman. Sehingga dengan ketenangan dan kenyamanan tersebut bisa membuat seseorang tidur dengan nyenyak dan esok bangun sahur tubuh terasa segar.

2Suasana Keakraban dengan Mayarakat

ikapunyaberita.wordpress.com
Walaupun ke masjid tujuannya tentu saja adalah untuk beribadah, namun tak menutup kemungkinan kita akan semakin akrab dengan masyarakat tetangga kita bukan?
Mana lagi suasana ibadah di masjid yang paling banyak jamaahnya selain sholat tarawih di bulan Ramadhan?
Jika setiap malam ketemu dalam ketaatan kepadaNya, maka akan tercipta suasana keakraban dan kenyamanan persaudaraan antar masyarakat di tempat tinggal masing-masing. Iya kan?

3Ceramah Keagamaan Setelah Sholat yang Dapat Menambah Ilmu

www.fikihkontemporer.com
Setelah sholat tarawih, biasanya akan ada ceramah dari khatib. Ceramah tersebut bisa bertema seputar Ramadhan, Islam secara global, atau tema lain tentang kehidupan.
Dengan ceramah yang didengar setiap hari, bahkan setiap malam menjelang tidur tersebut, selain bisa menambah ilmu juga bisa menjadi sarana introspeksi diri.
Nah, dengan kenikmatan-kenikmatan tersebut, masihkah kamu rela kehilangan Ramadhan tanpa mencicipi manisnya sholat tarawih?