Tampilkan postingan dengan label KRIMINAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KRIMINAL. Tampilkan semua postingan

Ibu Muda Hanya Pakai Celan Dalam dan Mau Mandi, Perampok Datang, Akhirnya Ini yang terjadi...


BATU BARA - Sulastri, 30, warga Kelurahan Indrapura, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara menjadi korban perampokan, Selasa (11/4).
Dia terlihat syok saat melaporkan peristiwa perampokan yang dialami di rumahnya sendiri. Sebab, ibu muda ini sempat dibekap, kemudian hartanya dikuras pelaku.


Seperti dilansir pojoksatu (Jawa Pos Group) hari ini, sekitar pukul 08.30 WIB, korban bermaksud hendak mencuci sekalian mandi, dengan hanya memakai pakaian dalam. Dia pun kemudian pergi ke kamar mandi.

Namun tiba-tiba dia melihat sekelebat bayangan masuk dalam pagar belakang rumahnya. Keterkejutannya bertambah saat dia tiba-tiba dibekap seorang pria dengan penutup wajah dari belakang.
”Korban nyaris tak bisa bernafas saat dibekap pelaku, sampai di bawah matanya ada bekas lecet,” ujar Soleh kerabat korban di Mapolsek Indrapura.
Dalam kondisi dibekap itu, pelaku kemudian meminta korban menyerahkan uang. Setelah mendapatkan uang pelaku langsung kabur dari pintu belakang tempat dia masuk.
Sebelum peristiwa itu, korban sempat didatangi pria yang merupakan tetangganya dengan maksud meminjam semprot.
Pria itu masih sempat menanyakan suami korban yang dijawabnya saat itu sedang membuka toko pakaian di Pasar Delima Indrapura.
Dan tak berapa lama kemudian peristiwa pencurian dengan kekerasan itupun terjadi. Dari peristiwa ini korban mengalami kerugian sekitar Rp 3 juta lebih.
Informasi dihimpun, sejumlah anggota Polsek Indrapura juga sudah datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), namun belum ada yang bisa dimintai keterangan terkait kejadian tersebut. (wan)
BACA SUMBER
Niat Mau Maling,Melihat Gadis Anak Pemilik Rumah Yang Molek, Dan Ini Yang Dilakukannya...

Niat Mau Maling,Melihat Gadis Anak Pemilik Rumah Yang Molek, Dan Ini Yang Dilakukannya...

Hasil gambar untuk cewek tidur
Dd (26), tampak menundukkan mukanya di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Beltim, Kamis (18/5/2017) siang.
Warga Dusun Pancur 2, Desa Padang itu baru saja diringkus oleh polisi karena diduga telah mencuri handphone (Hp) merek Samsung Grand 2 di kediaman Aprianto, warga Dusun Pancur 1, Desa Padang, subuh tadi sekitar pukul 3.30 WIB.
Tak hanya mencuri hp, Dd masih sempat-sempatnya meraba-raba tubuh putri Aprianto, Jn (16), yang saat itu sedang tertidur di ruang tengah bersama sang neneknya.
"Saya menyesal, Pak," kata Dd sambil tertunduk.
Dd mengaku saat itu dalam kondisi mabuk karena baru saja minum di kawasan Mirang.
Dia juga mengaku tak ingat apa yang telah ia lakukan subuh itu.
Adapun, rumah Aprianto yang ia masuki adalah rumah kediaman tetangga rekannya yang sering dijadikan tempat kongkow-kongkow.
Dd mengaku nekat mencuri hp karena terbelit utang.
"Saya lagi mabuk saat itu. Saya mencuri karena punya utang Rp 17 juta," ujarnya.
Aprianto menuturkan, saat kejadian, ia sempat mengejar tersangka Dd, namun kehilangan jejak.
Saat itu ia tiba-tiba terbangun dari tidur karena mendengar teriakan anaknya.
Tersangka pelaku, kata dia, masuk lewat pintu rumah yang saat itu kebetulan tidak terkunci.
Sementara anaknya Jn sedang tidur di depan TV bersama ibunya (nenek Jn).
"Sempat digerayangi dan bekap anak saya dan dia menjerit. Masih pakai kolor saya kejar tapi tidak ketemu. Dia masuk lewat pintu, yang saat itu lupa dikunci. Saya minta diproses biar pelaku jera juga,"ujarnya saat ditemui di ruang SPKT Polres Beltim.
Aprianto mengatakan, rumahnya langsung ramai oleh tetangga sekitar setelah kejadian itu.
Dd juga sempat ketemu istrinya di tempat kerja, dan pura-pura bertanya tentang kehebohan tersebut.
"Anak saya sempat berpapasan dengan pelaku ini, tapi memang tidak kenal. Waktu saya kejar juga saya sempat tanya sama kawan-kawannya di rumah tapi dibilang tidak tahu. Dd ini sempat datang ketemu istri saya di tempat kerjanya tanya soal kehebohan di rumah saya. Dia pura-pura dak tahu," tutur Aprianto.
BACA SUMBER

Baru Lulus SMP, Gadis ini Datangi Kantor Polisi dalam Kondisi Setengah Telanjang. Dan Inilah Yang Terjadi


Melati (16), korban kekerasan seksual rela datang ke Mapolres Lembata dalam keadaan setengah telanjang.
Korban yang baru saja lulus dari SMP Negeri I
Lewoleba, Nusa Tenggara Timur itu datang ke kantor polisi hanya mengenakan baju tanpa celana.
Hal itu diungkapkan Melati saat ditemui Pos Kupang di Mapolres Lembata, Kamis (18/5/2017).
Saat itu, Melati sedang beristirahat setelah memberikan keterangan kepada penyidik, tentang kasus yang menimpanya.
Korban didampingi ayah dan ibundanya, serta Titin, temannya.
Melati menuturkan, pada Selasa (16/5/2017), dirinya bersama Titin sempat pesiar dengan sepeda motor yang dikendarai Jakson.
Setelah mengantar Titin, dirinya lantas dibawa Jakson ke arah Ile Ape.
Saat itu hari sudah gelap.
Saat tiba di hutan, Jakson menghentikan kendaraan.
Karena itu, lanjut Melati, dirinya turun dari sepeda motor tersebut.
Saat itu Jakson lantas memperlakukannya secara tidak senonoh.
Jakson menganiyanya kemudian secara paksa membuka celana yang dikenakannya.
Setelah pakaiannya dibuka paksa, tutur Melati, pelaku lantas membuangnya kemudian berusaha memperkosa dirinya.
Pada saat itulah ia berusaha melawan hingga akhirnya ia lari dari dalam hutan menuju jalan raya.

Saat tiba di pinggir jalan, lanjut dia, ia sempat meminta tolong.
Namun beberapa pengendara sepeda motor tidak menolongnya hingga akhirnya datang tukang ojek, Kristo Doni Kopong datang membantu.
"Waktu saya naik motor (sepeda motor) itu, saya tidak pakai pakaian (celana). Tapi saya nekad saja, karena saya takut," ujar Melati berlinang air mata.
Dari tempat kejadian perkara itulah dirinya menumpang sepeda motor hingga di kantor polisi.
Sepanjang jalan korban dalam keadaan setengah telanjang.
Korban hanya mengenakan baju.
Hal itu dibenarkan penyidik Polres Lembata.
"Benar, saat tiba di kantor polisi, korban hanya mengenakan baju. Saat itu, polisi langsung menutupi tubuh korban dengan jaket," ujar seorang saksi mata yang tak mau dituliskan namanya.(frans krowin)
BACA SUMBER